Materi 2 : From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation
Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes
Tema : From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation
Beliau merupakan lulusan S2 kesehatan masyarakat, Universitas Airlangga untuk pengalaman kegiatan beliau pernah menjadi dua puluh satu inovasi layanan publik teratas untuk penanganan covid sembilan belas dalam organisasi beliau optic dalam tim gugus tugas program Kreativitas mahasiswa Unusa dan juga Rezeki di Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku untuk pengalaman kerja beliau antara lain sebagai Research asisten pada lembaga penelitian dan inovasi Universitas Airlangga dan juga Bill Education The Educator Uniseve Indonesia serta masih banyak lagi pengalaman kerja beliau yang tidak dapat saya sampaikan beliau juga aktif dalam memberikan mempublikasikan beberapa artikel salah satunya adalah Jurnal kedokteran forensik dan toksikologi. Pada sesi kedua kali ini akan memasuki sesi materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita ibu Ati Kro ayunin Aishrofi sarjana kesehatan masyarakat Magister kesehatan.
Jadi bukan mereka yang cuma jadi masuk kupu kupu nggak ada itu yang cuma kupu kupu terus tiba tiba jadi masa berprestasi dan sukses itu tidak ada. Kalau saya lihat saya saya observasi dari zaman saya kuliah sampai sekarang pada saat membina mahasiswa itu sama polanya pasti ada proses perjuangan yang mereka lalui jadi ada masanya kita kadang kewalahan bagi waktu susah bagi waktu jatuh bangun gitu, tapi pada akhirnya hasil itu tidak akan menghianati usaha teman teman jadi jangan kuatir teman teman pasti akan mengalami fase. fase itu nah kalau kita menyibukkan diri dengan hal hal yang positif, kita tidak akan punya waktu untuk menggalaaukan hal hal yang tidak penting gitu. Seolah olah mungkin masalah cinta karena kita sudah menyibukkan diri dengan hal hal positif. Nah beda kalau teman teman hanya sekedar menjadi mahasiswa yang pupuk banyak waktu luang itu hati hati hati hati dan hal positif. Itu walaupun saya hari ini di diberikan tugas untuk memberikan materi soal organisasi positif. Itu tidak hanya organisasi. Jadi kalau teman teman, mungkin tidak punya interaksi organisasi, enggak papa cari kegiatan yang menurut kalian itu bisa membuat kalian menjadi lebih positif. Entah itu kalian ikut kerja part time kayak gitu, atau teman teman mungkin yang ambis ambis tadi mau mau ikut berbagai macam lomba kompetisi bahkan tadi seperti yang disampaikan bocatur teman teman terlibat di penelitian dan peng masnya dosen dan banyak lagi termasuk juga berwirausaha dan lain lain ada banyak pilihan yang bisa kalian lakukan untuk bisa embuat empat tahun kallan ini menjadi empat tahun. Bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik. Nah, ini teman teman kenali diri sendiri sendiri, tahu kelebihan dan kekurangannya kemudian bisa mengenali situasi yang dihadapi gitu kan jadi harus bisa membaca situasi gaya yang sesuai dengan situasinya karena tidak semua situasi itu cocok dengan satu gaya kepemimpinan gitu jadi tidak semua gaya itu cocok untuk semua situasi tergantung kita bisa otoriter di kondisi yang seperti apa kita bisa demokratis di kondisi yang seperti apa jadi kita harus bisa menyesuaikan kemudian juga bisa memenuhi kebutuhan tugas individu dan juga kelompok catatan pentingnya bagi kalian yang nanti mau menjadi pemimpin yang pertama kepemimpinan itu adalah kekuatan pengaruh artinya seorang pemimpin itu tidak hanya memberikan perintah tapi juga harusnya menjadi teladan jadi tidak bisa cuma kamu harus begini, kamu harus begitu, tapi kalian juga harus menjadi contoh itu yang penting. Kemudian kemampuan itu lahir bukan semata mata karena bakat maka kepemimpinan itu bisa dan harus dipelajari sehingga semua orang dan kita semua itu punya kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi pemimpin. Kemudian kepemimpinan yang berpengaruh dibangun oleh karakter yang mendalam, sehingga personal power itu lebih dominan dari posisi non power.
orang sudah nggak respect artinya kalau kalau yang terjadi seperti itu berarti dia direspeki orang atau dihargai orang tuh karena posisinya bukan karena personalnya teman teman bisa menjadi pemimpin yang mengutamakan personal powernya mau memimpin atau tidak teman teman akan dihargai gitu dan kemudian kesuksesan kita sebagai
pemimpin itu diawali oleh kesuksesan kita sebagai pribadi ini juga penting sekali sebelum memimpin orang lain.Pastikan dulu kita bisa memimpin diri kita sendiri. Ini adalah catatan catatan penting yang harus kalian pahami menjadi seorang pemimpin.
Nah jalan menuju sukses itu teman teman itu ternyata delapan puluh persen itu dari saoskil dan dua puluh persennya dari hard skill.Jadi itulah kenapa walaupun selama ini kita tuh hanya fokus pada nilai nilai akademik padahal penelitian itu menunjukkan bahwa delapan puluh persen dari kesuksesan itu justru dipengaruhi oleh soft skill kita sementara headskill itu hanya dua puluh persen makanya teman teman tuh jangan hanya sekedar kuliah pula kuliah pulang tadi teman teman perlu menyeimbangkan soft skillnya dan juga hard skillnya karena kedua duanya sama sama penting untuk benar benar sukses kita perlu nih seimbang hasil soft skillnya. Jadi kita tidak hanya kuat secara akademik tapi kita juga bisa kuat dalam karakter
Definisi & Pentingnya Future Ready Mindset
Pola pikir yang mempersiapkan diri menghadapi perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA world).
Contoh:
Sekarang ada rekam medis digital, edukasi pakai TikTok, diskusi ilmiah bisa lewat Zoom. Dunia kerja nggak kayak dulu. Harus gesit, belajar cepat, kerja tim, dan ngerti teknologi. Bukan sekadar bertahan, tapi juga berkembang. Bukan takut sama perubahan, tapi siap dan sigap memanfaatkannya.
Mahasiswa yang mempunyai future ready mindset dan tidak memiliki perbedaan yaitu :
tanpa future ready mindset
-Kaget dengan metode pembelajaran baru → mudah mengeluh.
-Stress ketika dihadapkan kasus pasien yang tidak sesuai textbook dengan future ready mindset
-Melihat pembelajaran online sebagai kesempatan menguasai teknologi.
-Menghadapi pasien sulit dengan mencari strategi komunikasi kreatif. Karakteristik Generasi yang Tangguh
-Resiliensi:
Mampu bangkit dari kegagalan, stress, dan tekanan akademik.
-Adaptabilitas:
Cepat menyesuaikan diri dengan sistem baru, teknologi baru, regulasi kesehatan.
-Kreativitas:
Mencari solusi inovatif di tengah keterbatasan (contoh: telemedicine, inovasi alat kesehatan.
-Inovasi:
Menerapkan ide baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembelajaran.
Ilustrasi:
Mahasiswa yang bisa belajar hybrid (online-offline) lebih unggul daripada yang hanya terpaku satu metode.
Why?
Kenapa Kita Butuh Mindset Ini?
Karena kita bakal hidup di dunia yang:
~penuh teknologi
~nggak pasti
~banyak saingan, tapi juga penuh peluang Dunia kesehatan dipengaruhi teknologi, globalisasi, krisis (pandemi, Al, big data). Mahasiswa harus siap bukan hanya akademis, tapi juga mental, sosial, dan digital
Dengan mindset ini → nggak gampang kaget, lebih adaptif
Kenapa Penting untuk Mahasiswa Kesehatan?
1.Perubahan Cepat di Dunia Kesehatan
~Munculnya penyakit baru (contoh: COVID-19).
~Perubahan standar medis internasional.
~Peran teknologi (Al, robotik, big data).
2.Tuntutan global & lokal
~Dunia kerja butuh tenaga kesehatan yang bukan hanya kompeten secara klinis, tapi juga fleksibel dan solutif.
~Mahasiswa kesehatan harus bisa bersaing di level lokal, nasional, bahkan internasional.
3.Persiapan mental sejak dini
~Tanpa mindset yang siap, mahasiswa mudah stres, panik, atau kaget ketika dihadapkan pada situasi lapangan nyata.
~Dengan mindset ini → mahasiswa lebih tenang, mampu berpikir jernih, dan berani mengambil keputusan.
4.Nilai tambah untuk masa depan
~Mahasiswa dengan future ready mindset lebih cepat naik level karena mampu melihat peluang.
~Bukan hanya jadi tenaga kesehatan yang "ikut prosedur", tapi jadi problem solver dan inovator.
Contoh yang dibuat untuk beberapa jurusan.
Anak Gizi
Nggak cukup tahu kalori. Harus bisa edukasi masyarakat lewat Instagram!
Kesmas
Harus bisa mikir strategi kampanye kesehatan lewat media sosial.
Analis Kesehatan
Harus melek alat lab canggih dan ngerti cara bacain hasilnya secara digital.
Anak K3
Harus bisa bikin SOP kerja aman & ngelatih orang-orang yang lebih tua dari kamu.
Tantangan Zaman sekarang yang dimana masyarakat terkadang lebih percaya informasi viral daripada tenaga kesehatan. Jadi kita harus bisa mengolah informasi yang ada dan dapat menjelaskannya agar kita dipercaya sama masyarakat.
Dunia Makin Cepat, Teknologi Makin Canggih, Hoax Makin Banyak, Masalah Kesehatan Makin Kompleks.
Beberapa tantangan lainnya saat ini adalah AI bantu diagnosa penyakit, Isu stunting, obesitas, burnout meningkat, Literasi digital & kesehatan masyarakat masih rendah.
How? Tips Jadi Mahasiswa Fut Future-Ready.
Tips Jadi Mahasiswa Future Ready. Growth Mindset, Gagal = Belajar Nggak bisa sekarang, bukan berarti nggak bisa selamanya. Belajar Mandiri Cari webinar gratis, baca thread edukasi, nonton YouTube yang bermanfaat. Jaga Mental Hidup kuliah tuh padat. Jaga kepala biar nggak meledak: journaling, olahraga, healing tipis-tipis.Kolaborasi Proyek bareng anak jurusan lain = simulasi dunia kerja. Melek Teknologi Pelajari tools dasar: Google Sheet, Canva, Al tools, Notion. Cari tahu tren kesehatan di Twitter, TikTok, Google Scholar.
Beberapa Contoh Real dari Dunia Kesehatan yaitu:
Gizi Edukasi pasien bukan cuma dari meja konsultasi, tapi juga lewat reels IG dan poster gizi. Kesmas Observasi lapangan, terus bikin kampanye sehat bareng BEM. Analis Kesehatan Hasil lab kamu bukan cuma buat laporan, tapi bisa jadi konten edukasi. K3SOP di lab kamu bisa selamatkan teman seangkatanmu. Mulai dari mana? Coba mulai dari hal simpel. Follow akun edukasi yang relateLatih skill 1 per bulan (public speaking, design, data)Aktif di organisasi, volunteer, atau sekadar ikut diskusiIngat kamu nggak harus langsung expert. Yang penting: mulai dulu.
Komentar
Posting Komentar